Nusa Tenggara Timur yang terkenal akan keindahan alamnya, telah diuji pada 4 April 2021. Bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh Siklon Tropis Seroja ini telah menyapu 4 Kecamatan dan 7 Desa di Flores Timur.


Jumlah korban jiwa dan kerugian materi terus meningkat. Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), peristiwa ini menyebabkan 163 orang telah meninggal dunia, 45 masih hilang, 129 luka-luka, serta 13.230 warga mengungsi. Bencana ini juga telah merusak 3.076 rumah warga dan 111 fasilitas umum.
Tim Emergency Response ACT-Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) masih terus merespon panggilan kemanusiaan Flores Timur. Selain upaya evakuasi dan pendataan korban, tim juga membangun posko bantuan, mendistribusikan bantuan pangan, dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.
Selama berhari-hari warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan. Seorang Bapak di Adonara, NTT, meminta tim ACT membuka posko bantuan di dekat tempat tinggalnya yang rusak, agar warga sekitar mendapatkan pertolongan.
Cerita lainnya dari seorang ibu yang mengalami trauma akan bencana banjir ini. Ia sudah kembali ke rumahnya, membersihkan sisa-sisa banjir dan lumpur. Namun ketika hari menjelang gelap, ketakutan kembali menyelimuti. Ia berlari ke luar rumah karena khawatir akan terjadi banjir lagi.
Yuk! Bantu untuk meringankan penderitaan saudara kita yang masih sangat membutuhkan!
Share halaman ini agar lebih banyak doa dan dukungan untuk membantu saudara kita di Nusa Tenggara Timur.
Nusa Tenggara Timur yang terkenal akan keindahan alamnya, telah diuji pada 4 April 2021. Bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh Siklon Tropis Seroja ini telah menyapu 4 Kecamatan dan 7 Desa di Flores Timur.


Jumlah korban jiwa dan kerugian materi terus meningkat. Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), peristiwa ini menyebabkan 163 orang telah meninggal dunia, 45 masih hilang, 129 luka-luka, serta 13.230 warga mengungsi. Bencana ini juga telah merusak 3.076 rumah warga dan 111 fasilitas umum.
Tim Emergency Response ACT-Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) masih terus merespon panggilan kemanusiaan Flores Timur. Selain upaya evakuasi dan pendataan korban, tim juga membangun posko bantuan, mendistribusikan bantuan pangan, dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.
Selama berhari-hari warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan. Seorang Bapak di Adonara, NTT, meminta tim ACT membuka posko bantuan di dekat tempat tinggalnya yang rusak, agar warga sekitar mendapatkan pertolongan.
Cerita lainnya dari seorang ibu yang mengalami trauma akan bencana banjir ini. Ia sudah kembali ke rumahnya, membersihkan sisa-sisa banjir dan lumpur. Namun ketika hari menjelang gelap, ketakutan kembali menyelimuti. Ia berlari ke luar rumah karena khawatir akan terjadi banjir lagi.
Yuk! Bantu untuk meringankan penderitaan saudara kita yang masih sangat membutuhkan!
Share halaman ini agar lebih banyak doa dan dukungan untuk membantu saudara kita di Nusa Tenggara Timur.
Masih membekas luka bencana banjir bandang dan longsor pada awal bulan April lalu. Para penyintas terpaksa harus tetap tinggal dan beraktivitas, meskipun diliputi kesedihan, harta yang kurang, dan kerusakan bangunan.
Bukan hanya itu, kini berbagai macam penyakit mulai menyerang sebagian besar warga Flores Timur yang terdampak di tenda darurat. Lalu, dengan begitu banyak kesengsaraan, bagaimana mereka bisa menjalankan dengan baik ibadah Ramadhan?

ACT masih terus berusaha memenuhi kebutuhan para penyintas bencana, salah satunya melalui pengiriman bantuan secara massal menggunakan kapal kemanusiaan. Kapal berkapasitas 7.138 ton ini diperkirakan akan tiba pada hari Ahad dengan membawa bantuan pangan dan puluhan ton logistik lainnya.

Awak masih bisa menitipkan bantuan untuk para korban!
Segera berikan donasi di halaman kempen kami.
Tiada Rujukan Terkini
Belum ada yang merujuk kempen ini